• Bakti Sosial
  • Suasana Kelas
  • Dosen & Mahasiswa
    Dosen & Mahasiswa

    Dosen & Mahasiswa

     

    Foto bersama dosen dan mahasiswa S1 & S2

  • Kegiatan Mahasiswa
    Kegiatan Mahasiswa

    Mahasiswa STT INTI terlibat dalam acara Bakti Sosial kepada warga sekitar kampus. Mahasiswa juga terlibat dalam acara gereja

  • Diskusi Bulanan
    Diskusi Bulanan

    Diskusi Bulanan

     

    Diskusi ini menunjang mahasiswa untuk memperluas wawasan berpikir.

  • Pelatihan Tagana
    Pelatihan Tagana

    Mahasiswa selesai pelatihan Taruna Tanggap Bencana

  • Kegiatan Mahasiswa
    Kegiatan Mahasiswa
  • Suasana Kelas
    Suasana Kelas

    suasana kelas

    mahasiswa berfoto bersama dengan Dr Amos Sukamto

  • Orientasi Mahasiswa
    Orientasi Mahasiswa

    Orientasi Mahasiswa

     

  • Foto Bersama di Orientasi
    Foto Bersama di Orientasi

    Foto Bersama di Orientasi

  • Ceramah Orientasi
    Ceramah Orientasi
  • Akreditasi Prodi S-1 Teologi STT INTI
    Akreditasi Prodi S-1 Teologi STT INTI

    Akreditasi Prodi S-1 Teologi STT INTI

  • Selamat Datang  Assesor BAN PT
    Selamat Datang Assesor BAN PT

    30 Agust-1 Sept 2018,

    Dr. Maidiantius Tanyid

    &

    Izak Yohan Matriks Lattu, S. Si., M. A., Ph. D.

Smaller Default Larger

Jurnal Transformasi

Call for Papers

Menteri Agama Lukman Hakim  dalam pertemuan Ketua Sinode dan Ketua Sekolah Tinggi Teologi yang diadakan pada tanggal 24-27 Oktober 2018 di Jakarta mengungkapkan bahwa ada disintegrasi antara perilaku religius seorang pemeluk agama dengan sikap atau perilaku toleran dalam kehidupan bermasyarakat di Indonesia. Pernyataan itu direfleksikan dari fenomena sosial, di mana oknum agama terlibat dalam tindakan-tindakan intoleran seperti pembakaran rumah ibadah, diskriminasi, intimidasi, dan praktik politik identitas. Sebagai contoh, pada tahun Pilgub DKI Jakarta 2016/2017, praktik politik identitas sangat terlihat dengan naiknya isu penistaan agama. Sikap intoleran merupakan masalah yang serius dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang plural.

Jika diperhatikan, sikap atau perilaku intoleran selalu berkaitan dengan identitas pribadi dan kelompok tertentu. Oleh karena itu, pembahasan ihwal identitas menjadi hal yang sangat penting untuk dikaji. Secara leksikal, definisi dari identitas adalah jati diri (KBBI Website s.v identitas). Dengan demikian identitas selalu terkait dengan hakikat diri. Hakikat dari identitas manusia tidak bisa dipisahkan dengan keberadaan orang lain. Meminjam pemahaman Heidegger, Hassan menerangkan bahwa keberadaan manusia adalah keberadaan bersama yang mengada sebagai pribadi (being person) dan selalu mengada-bersama-pribadi-lain (being with other persons). Dengan demikian, meng-ada sebagai manusia itu selalu berarti meng-ada-di suatu dunia bersama manusia lain (Hassan 2012, 274-275). Dengan demikian, berbicara tentang identitas harusnya menyadarkan manusia adalah bagian dari yang lain. Jika demikian, toleransi merupakan suatu keniscayaan.

Bagaimana jika berkaitan dengan konteks plural di Indonesia? Beberapa ahli seperti Subandrijo  menuliskan bahwa umat Kristen di Indonesia berada dalam persinggungan multi-konteks, yaitu: global, masyarakat yang plural, dan Indonesia sebagai negara dengan penduduk mayoritas Islam (Subandrijo 2008). Bagaimana seorang manusia yang pada hakikatnya harus menerima keberadaan orang lain, tetapi dihadapkan dengan fakta bahwa dalam konteks plural justru terjadi persinggungan-persinggungan?  Bagaimana respons umat Kristen dalam menanggapai persinggungan-persinggungan tersebut? Bagaimana Kekristenan mengelola identitasnya dalam masyarakat plural? Bagaimana mengelola keyakinan Agama Kristen dalam proses mengukuhkan identitasnnya? Bagaimana perspektif Kristen menanggapi hakikat kebersamaan dalam konteks Indonesia? Bagaimana proses identifikasi Agama Kristen terhadap terhadap proses dialogi dengan keyakinan yang lain? Bagaimana penghayatan identitas Kristen dalam situasi dialog dengan agama-agama lainnya?

Merespons hal tersebut, Jurnal Transformasi STT INTI mengundang penulis untuk menyumbangkan ide atau gagasan mengenai Identitas Kristen dalam Masyarakat Plural (Indonesia).

 

Submission deadline: Artikel akan diterima sampai pada tanggal 27 Februari 2019

Submission guideline:Artikel akan diperiksa oleh para peninjau untuk dinilai dan dinyatakan dapat diterima atau diterbitkan. Berkaitan dengan tema ini, Jurnal Transformasi sangat menerima berbagai perspektif seperti: biblika, sosial, antropologi, filsafat, dan kepemimpinan, dan disiplin ilmu lainnya. Artikel dapat dikirimkan dalam bentuk surat elektronik e-mail terlampir dalam bentuk format file Microsoft Word (.doc atau .docx) ke This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it.  

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Pastikan menuliskan nama, kontak, dan e-mail penulis;
  2. Menggunakan gaya penulisan Chicago Manual of Style;
  1. Text ditulis menggunakan Times New Roman (12-point type), Spasi 1.5, dan margin 1 inchi;
  2. Abstrak tidak lebih dari 200 kata;
  3. Jumlah halaman tidak lebih dari 20 halaman (Termasuk tabel, gambar, refrensi, dan abstrak).

Ketua Biro Penelitian,

Panca Parulian S., M. Th.

Visitors Counter

000326326
Today
Yesterday
This Week
Last Week
This Month
Last Month
All days
165
126
867
324490
2975
9822
326326

Your IP: 34.231.21.123
Server Time: 2019-11-22 23:34:53